Barang Kebutuhan Pokok Dan Penting Menurut Pemerintah

Spread the love

Pemerintahan Indonesia saat ini baru membuat aturan baru mengenai penetapan dan penyimpanan barang-barang kebutuhan pokok dan barang penting. Perubahan ini dilakukan agar bisa cepat mengambil kebijakan dan juga pengendalian kebutuhan pokok, jika tidak ada aturan baru ini mungkin masyarakat akan lebih kesusahan mendapatkan kebutuhan pokok. Adanya aturan baru ini memunculkan adanya perubahan kategori barang penting dan barang pokok. Untuk tahu perubahannya apa saja baca dulu saja ulasan berikut ini.

Daftar Barang Kebutuhan Pokok Masyarakat Terbaru

Menurut peraturan presiden, penetapan jenis-jenis barang dilakukan karena akan membantu semua lini pemerintahan seperti mendukung program pemerintah. Jadi kalau ada perubahan ini dipastikan masyarakat akan lebih makmur lagi di tahun-tahun yang akan datang. Ada beberapa pengelompokan jenis barang pokok yang baru saja dibuat dan berikut adalah pengelompokan jenisnya.

  • Barang Hasil Pertanian

Kebutuhan pokok yang pertama ini asalnya dari hasil pertanian dan semua yang dihasilkan itu sangatlah dibutuhkan masyarakat. Kalau sampai barang ini tidak ada dipastikan masyarakat tidak bisa merasakan hidup yang nyaman. Untuk  barang dari pertanian ada beras, cabai, kedelai dan juga bawang merah. Biasanya barang-barang inilah yang sulit sekali diperoleh kalau sedang musim kemarau. Karena kesulitan mendapatkan barang inilah yang menjadikan barang ini dimasukkan sebagai barang pokok.

  • Barang Hasil Industri

Barang pokok kedua ini juga sama pentingnya dengan yang pertama karena kalau sampai tidak ada stoknya maka masyarakat akan sulit memenuhi kebutuhan sehari-hari. Untuk barang pokok yang masuk kategori hasil industri ada tiga, di antaranya adalah minyak goreng, gula dan tepung terigu. Ketiga barang tersebut sangat penting perannya jadi kalau sampai menghilang dari pasaran maka akan sangat berdampak pada kelangsungan hidup masyarakat.

  • Barang Hasil Perikanan Dan Peternakan

Untuk yang terakhir asalnya dari peternakan dan juga perikanan, barang pokok ini juga penting karena adanya barang ini bisa membuat masyarakat tetap sehat. Kalau untuk barang peternakan itu cukup banyak dari daging sapi, telur ayam sampai dengan daging ayam termasuk hasil peternakan semuanya. Kalau perikanan barangnya hanya jenis-jenis ikan saja yang memang bisa dibudidaya seperti ikan laut dan juga ikan air tawar.

Mengenal Jenis-Jenis Barang Penting Menurut Pemerintah

Pemerintah selain merubah barang pokok juga merubah barang penting, barang-barang penting ini bisa sangat membantu masyarakat dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Jadi bisa dikatakan kalau tanpa adanya barang tersebut maka masyarakat tidak akan bisa beraktivitas secara normal. Jenis-jenis barang yang dianggap penting oleh pemerintah itu ada banyak, seperti pupuk, benih tanaman, triplek, gas elpiji ukuran 3 kg, baja ringan, semen dan besi baja konstruksi.

Semua barang yang dianggap penting tadi memang bisa sangat membantu masyarakat, contohnya saja adalah gas elpiji. Gas ini kalau habis dan tidak dapat ditemukan di pasaran pastinya bisa membuat gempar sebab banyak masyarakat yang hanya mampu membeli gas 3 kg saja. Kalau hilang otomatis masyarakat jadi tidak bisa memasak sendiri dan inilah yang akan menjadi awal kesengsaraan masyarakat.

Pemerintah jelas tidak ingin sampai hal tersebut terjadi, makanya pemerintah membuat aturan baru tentang barang-barang pokok dan juga barang penting tersebut. Gunanya peraturan ini atau perubahan ini agar barang yang dianggap sebagai barang pokok dan barang penting tetap ada di pasaran meskipun stok barang memang sedang menipis.

Kenapa Barang Pokok Juga Barang Penting Sulit Ditemukan?

Setiap tahun pasti ada saja masalah yang muncul di tengah masyarakat dan salah satu masalah yang selalu ada adalah kelangkaan barang penting dan barang pokok. Kedua jenis barang tersebut sampai langka atau jarang ditemukan dikarenakan dua hal. Pertama karena produksi barang tersebut memang sedang sulit dikarenakan musim atau cuaca yang tidak mendukung.

Untuk penyebab yang kedua bisa karena banyak oknum tidak bertanggung jawab yang sering menimbun barang-barang tersebut. Oknum tersebut sampai melakukan hal itu karena ingin memonopoli pasar, jadi semua pembeli atau konsumen akan beli di oknum tersebut saja. Untuk harga barang jelas jadi lebih mahal karena yang menjual hanya satu orang saja.